Koleksi Perdana · Rimba Lembut

Rona dari hutan, dikenakan dengan anggun.

Busana wanita dari serat kain alam yang diwarnai daun, kulit kayu, akar, dan buah Nusantara. Setiap helai dibuat perlahan, dengan hormat pada bumi.

  • 100% serat alam
  • 6 tumbuhan pewarna
  • 0 pewarna sintetis
Dicelup denganIndigo
Gulir

Cerita Kami

Kami percaya keindahan tak perlu melukai bumi. Nama kami lahir dari rona, warna yang lembut, dan vana, hutan. Setiap helai Rona Vana diwarnai daun, kulit kayu, akar, dan buah, dicelup perlahan oleh tangan perajin, lalu dijahit dari serat yang kelak kembali ke tanah.

100%Serat kain alam
6Tumbuhan pewarna
0Pewarna sintetis
0Plastik di kemasan

Tiga Akar Kami

Berakar pada alam,
tumbuh dengan kesadaran

01

Pewarna Alami

Indigo, secang, tingi, jelawe, mahoni, dan kunyit. Semua warna kami berasal dari tumbuhan, tanpa setetes pun pewarna sintetis.

02

Serat Kain Alam

Katun, linen, rami, dan sutra yang bisa bernapas, sejuk di kulit tropis, dan kelak terurai kembali ke tanah.

03

Jejak yang Ringan

Produksi dalam jumlah kecil, sisa pewarnaan dikomposkan, kemasan bebas plastik, dan kami bekerja bersama perajin lokal.

Koleksi Perdana

Rimba Lembut

Siluet sederhana yang bisa dipakai lintas musim. Pilih rona favoritmu di setiap busana.

Lab Rona · Interaktif

Celupkan kainmu sendiri

Pilih tumbuhan dan jenis kain, lalu celupkan berulang kali. Semakin sering dicelup, semakin dalam ronanya, persis seperti proses kami.

1 Pilih tumbuhan

2 Pilih kain

Kain katun mentah #F1E9D8 · 0x celup
Lihat busana berona Indigo →

Dari Hutan ke Lemari

Proses yang perlahan

01 / 05
01

Memetik

Daun, kulit kayu, akar, dan buah dikumpulkan secukupnya dari kebun dan hutan rakyat, tanpa merusak pohonnya.

02

Meracik

Bahan direbus berjam-jam atau difermentasi berhari-hari sampai keluar ekstrak warna terbaiknya.

03

Mencelup

Kain dicelup, diangin-anginkan, lalu dicelup lagi. Prosesnya bisa diulang belasan kali untuk satu rona.

04

Mengunci & Menjemur

Warna dikunci dengan bahan alami seperti kapur, tawas, atau tunjung, lalu kain dijemur di tempat yang teduh.

05

Menjahit

Penjahit lokal menjahit setiap potong dalam jumlah terbatas, lalu kami mengemasnya tanpa plastik.

Warisan Nusantara

Motif yang bercerita

Kami memadukan rona alami dengan motif tradisional. Setiap motif membawa doa dan makna dari para leluhur.

“Setiap rona punya cerita tentang daun yang gugur, kayu yang tumbuh, dan tangan yang merawatnya.”

Rona Vana

Merawat Ronamu

Rona alami yang menua dengan indah

Pewarna alami itu hidup. Dengan sedikit perhatian, warnanya akan menjadi semakin lembut dan personal seiring waktu.

Cuci dengan tangan

Gunakan air dingin dan sabun lerak atau sabun ber-pH netral.

Jemur di tempat teduh

Sinar matahari langsung dapat memudarkan rona alami.

Pisahkan cucian

Pada beberapa cucian pertama, sisa pewarna mungkin sedikit terlepas.

Setrika dari balik

Gunakan suhu sedang, dan setrika dari sisi dalam kain.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah warnanya akan luntur?

Pada beberapa cucian pertama, sisa pewarna bisa sedikit terlepas. Itu wajar untuk pewarna alami. Dengan perawatan yang tepat, ronanya akan menua dengan indah dan menjadi semakin lembut.

Mengapa warna setiap potong bisa sedikit berbeda?

Pewarna alami dipengaruhi musim panen, cuaca, dan air. Karena itu setiap potong punya rona yang unik, dan tidak ada dua yang benar-benar sama.

Bagaimana cara memesan?

Pilih busana dan rona favoritmu, masukkan ke tas belanja, lalu tekan “Pesan via WhatsApp”. Tim kami akan mengonfirmasi ketersediaan, ongkos kirim, dan cara pembayaran.

Apakah bisa memesan warna atau ukuran khusus?

Bisa. Hubungi kami lewat WhatsApp untuk pesanan khusus. Karena pencelupan dilakukan berulang, pesanan khusus membutuhkan waktu lebih lama.

Apakah kemasannya ramah lingkungan?

Ya. Kami mengemas dengan kertas daur ulang dan kain sisa produksi, tanpa plastik.

Lingkar Rona

Kabar koleksi baru, langsung dari hutan

Dapatkan kabar rilis koleksi, cerita perajin, dan undangan acara Rona Vana. Kami hanya mengirim kabar sesekali.